Dipagi hari yang sangat dingin tigha kurcaci yaitu aku, dan kedua sahabat laki laki ku kita berangkat sekolah dengan saku 500 rupiah yang bergamabar "monyet" yang sering buat ejekan dianata kita. haha. kita berangkat sekolah dijaga oleh pengawas yang sanagta ganas itu adalah ibuku. aku masih ingat aku beda dengan teman teman ku mereka berangkat sekolah diantar oleh orang tua nya dan ditunggu sedangkan aku tak sering mereka mengantar ku mereka lebih sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing
tapi anehnya aku menikamati suasaan seperti itu tanpa pengawasaan seorang ayah dan ibu. Justru aku merasa terlindungi oleh teman teman ku kedua kurcaci itu aku serasa dibetengi oleh meraka saat ada orang yang mau melukai aku. oh..manis.
sepulang sekolah seperti aku tak mempunya tempat tinggal aku masih teringat aku melempas tas dan aku hanya memkai celana dan pakaian dalam saja aku langsung bermain di tanah lapangmungil didepan rumah kedua sahabatku itu. banyak sekali yang bisa aku mainakan di tanah lapang mungil itu aku bisa jadi pilot dipesata mini ku dan permainan yang paling aku suka adalah saat mencari ikan dan menangkap lele saat emapang itu di bersihkan. serasa aku seperti katak yang bisa hidup di dua alam.
saat terik matahari menyengat kita tak pedulikan itu kita masih saja bermain apa adanya dengan alam yang sudah disediakan oleh-Nya. Disaat siang hari menjelang sore kita juga belum pulang kerumah oh lucunya saat aku mencuri minyak tanah dirumah untuk masak masak-an dengan kedua sahabatku dan kakaknya.
disana itu barang apa saja yang bagi orang lain itu tidak berguna tapi bagi kita ketiga kurcaci itu adalah barang yang paling mengasikan untuk bermain.
sungguh indah nya masa kecil itu aku suka mempunya masa kecil dengan mereka terutama didesa ini.
tapi itu hanay nostalgia diriwayat hidupku saja saat ini kita sudah dewasa dan tidak mungkin seperti itu dan tiu hanya bayangan semu saja. andai saja tiga kurcaci ini bisa bermain bersama lagi tanpa malu dengan usia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar